Page 229 - Sang Edutainer
P. 229
Namun, jika singkatnya memang jiwa kecerdasan, maka itu adalah
perdebatan kita bahwa "kesederhanaan adalah jiwa jenius." Edutainer
hanya menggunakan tiga tingkatan instruksi untuk memindahkan
pembelajaran dari pendekatan yang berpusat pada guru ke pendekatan
yang berpusat pada siswa di mana siswa memiliki pembelajarannya.
Tingkatan instruksi bersifat cair, individual, dan mempertimbangkan
relevansi budaya yang berubah. Setiap tahap merupakan bagian integral
dari proses pembelajaran dan pada akhirnya mengalihkan tanggung jawab
belajar dari pendidik kepada siswa, karena siswa mengambil kepemilikan
atas pembelajarannya. Tingkatan instruksi meliputi tiga tahap berikut:
Yayasan. Menyajikan materi baru kepada siswa sedemikian rupa sehingga
materi dapat ditarik kembali.
Personalisasi. Mempersonalisasi informasi, sehingga dapat diserap,
disimpan, dan dimanfaatkan.
Transformasi. Tanggung jawab untuk menginternalisasi dan
mengintegrasikan informasi ditransfer dari Edutainer ke siswa.
Bagan berikut menjelaskan tiga tingkatan serta peran Edutainer dan siswa
di setiap tahap. Tanggung jawab pembelajaran dialihkan dari pendidik yang
efektif ke siswa seiring berjalannya tahapan. Tingkatan bagan instruksi
menawarkan tujuan dari setiap tahap dan tujuan untuk siswa. (Lihat gambar
7.2.) Bagan ini berfungsi sebagai referensi praktis bagi guru pemula dalam
memperkenalkan dan membangun pelajaran.
Menerapkan Tingkatan Instruksi
Menerapkan tingkatan instruksi ke pelajaran memerlukan perencanaan.
Namun, setelah pendekatan ini digunakan, guru yang efektif dapat

