Page 188 - Sang Edutainer
P. 188
hormat. Murid-muridnya merasa mereka dapat mempercayainya tanpa
takut akan rasa malu, kurangnya penerimaan, atau menerima penilaian
yang terbentuk sebelumnya. Tangan rela diangkat, risiko diambil ketika
siswa tidak yakin dengan pengetahuan atau jawaban individu mereka, dan
kebaikan otentik disaksikan dengan kedua belah pihak—guru dan siswa.
Edutainer memperlakukan murid-muridnya seperti yang dia inginkan untuk
dirawat di kelas. Perilaku ini dimodelkan melalui kontak mata yang penuh
perhatian, mendengarkan, dan mengekspresikan minat yang tulus ketika
orang lain berbicara. Menurut Cathy Cox, pengawas negara bagian Georgia,
"Tidak ada yang lebih penting bagi keberhasilan siswa selain hubungan
positif dengan guru terlepas dari gangguan pada pendidikan mereka seperti
kehidupan rumah tangga yang sulit, dukungan orang tua yang terbatas atau
tingkat sosial ekonomi."
Motivasi Positif
Motivasi yang baik menghasilkan hasil belajar yang baik. Banyak siswa tidak
mengerti mengapa mereka perlu mempelajari kurikulum yang tampaknya
tidak relevan bagi mereka. Edutainer memperkenalkan dan menjelaskan
pentingnya materi itu. Dia membuat koneksi pribadi ke dunia nyata yang
tidak dapat dilakukan siswa untuk dirinya sendiri. Akibatnya, siswa menjadi
termotivasi dan bertindak berdasarkan minat mereka saat mempelajari
mata pelajaran itu. Edutainer dapat berbagi cerita yang berkaitan dengan
ide kunci pelajaran. Siswa lebih cenderung mengingat suatu ide jika mereka
dapat mempersonalisasinya dengan melampirkan memori atau mungkin
makna pribadi padanya.
Edutainer mungkin juga meminta siswa membuat refleksi pribadi dengan
tujuan pelajaran. Saran ini sering membantu siswa untuk berhenti dan
berpikir tentang apa yang dikatakan. Ini adalah cara lain untuk meminta

